Rabu, 01 Juni 2016

Wisata Bojonegoro Sentra Gerabah

Desa Wisata Edukasi Gerabah

kerajinan gerabah bojonegoro
hasil produk gerabah siap jual

Apa itu Gerabah

Gerabah adalah benda yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Benda yang terbuat dari tanah ini pada jaman dahulu sering kita jumpai dan biasa dipergunakan untuk tempat air atau juga celengan. Namun saat ini banyak sekali generasi muda kita yang asing dengan gerabah. Bersama kreatifitas dan inovasi dari seorang pemuda yang ulet dan mempunyai keinginan yang istimewa,  kini gerabah mulai di kenal dan banyak peminatnya.
Dari desa Rendeng kecamatan Malo kabupaten Bojonegoro, yang memprakarsai industri gerabah menjadi dikenal. Desa ini berada di wilayah barat dari pusat kota Bojonegoro. Akses jalan yang cukup mudah untuk menuju desa tersebut menjadikan desa ini semakin banyak pengunjung. Desa ini merupakan desa edukasi yang menjadikan produksi gerabah sebagai icon wisata kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan penuturan dari AHSANAN NAIM ketua karangtaruna desa Reneng atau biasa di sapa mas Boim, ide untuk  menekuni gerabah ini berawal saat kumpul bersama anak-anak sekolah yang berkunjung kepengrajin. Saat itu para siswa hanya melihat proses pembuatan celengan, beli dan langsung pulang. Dari sinilah muncul inisiatif untuk membuat pelatihan gerabah. Pada februari 2015, dengan semangat gotong royong sedikit demi sedikit muncul ide-ide dari rekan-rekan pemuda mulai dari persiapan dan bagaimana nanti penyambut para pengunjung dan tamu. Akhirnya muncul gagasan untuk memberi sesuatu yang lebih kepada para pengunjung. Alhasil inisiatif pun muncul.
Bersama karang taruna desa. Mas Boim dengan semangat mulai mengembangkan industri gerabah yang ada di desa Rendeng dan membuat desa Rendeng menjadi desa wisata edukasi gerabah. Menurut penuturannya, bahan gerabah yang terbuat dari tanah tersebut diambil dari hutan yang hanya bisa di ambil dengan sepeda kayuh saja.Tapi halt ersebut tidak menyurutkan langkah para pemuda desa Rendeng untuk berkarya mengembangkan potensi desanya. Semangat dan antusias mas Boim bersama rekan-rekan mendapat sambutan yang cukup bagus dari masyarakat. Berbagai pelatihan diberikan kepada para pengrajin agar hasil yang didapat sangat memuaskan. Alhasil produksi gerabah desa ini semakin banyak peminatnya. Jika dulu sebelum ada inovasi, banyak sekali penduduk desa Rendeng yang pergi ke kota menggunakan truk, tapi kini sebaliknya. Desa Rendeng semakin banyak rombongan pengunjung dating ke desa ini. Promosi langsung dilakukan dengan menyebar brosur kesekolah sekaligus mengenalkan produksi gerabah. Promosi di dunia online juga dilakukan. Alhasil. Sekarang gerabah dari desa Rendeng, kecamatan Malo dikenal banyak kalangan.

Jenis Gerabah

Model yang dihasilkan juga cukup banyak. Sampai sekarang sudah ada sekitar 38 model yang cukup unik dan menarik. Untuk sekarang ini yang paling banyak peminatnya adalah bentuk celelngan dengan tokoh kartun misalnya spiderman, hellokitty, dan lain-lain. Harga pun bervariasi. Ukuran paling kecil cukup dengan biaya Rp. 5000,00. Jika menginginkan model tertentu, pembeli bias melakukan pemesanan terlebih dahulu sesuai dengan bentuk celengan yang di inginkan. Dan minimal pemesanan dengan bentuk tertentu adalah 100 biji. Lama pembuatan tergantung musim dan cuaca. Jika musim panas, pemesanan lebih cepat selesai. Sampai saat ini,celengan dari desa Rendeng sudah dikirim kekota-kota besar, diantaranya Semarang, Banyuwangi dan Jakarta.

Pelatihan Kerajinan Gerabah

Jika anda ingin mengikuti pelatihan atau membeli gerabah dari desa Rendeng, kecamatan Malo, konsumen bisa melakukan perjanjian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk melakukan penjadwalan karena di khawatirkan akan berbenturan dengan konsumen yang lain. Dengan sambutan warga yang ramah dan bersahabat, pengunjung merasa puas dan selalu ingin kembali mengunjunginya. Proses pembuatan mulai awal hingga pengecatan dapat dilihat dengan jelas dan warga akan dengan senang hati memberikan penjelasan setiap prosesnya. Event dari sekolah-sekolah sering di lakukan. Biasanya berupa lomba mewarnai gerabah.Event ini bisa di mulai dari murid TK. Anak- anak biasanya cukup senang dengan celengan model tokoh kartun kesukaannya. Dengan meningkatnya pengunjung di desa ini, perekonomian penduduk juga semakin meningkat. Tak mengherankan jika sekarang desa Rendeng dengan seluruh warganya sangat bersemangat untuk terus meningkatkan kwalitas produksi agar menjadi lebih baik dan menjadikan desa Rendeng menjadi Desa Wisata edukasi gerabah di kabupaten Bojonegoro. Seperti penuturan mas Boim saat ditanya tentang harapan kedepan untuk produksi gerabah. Beliau menuturkan jika kedepannya ingin bisa lebih luas lagi di kenal oleh masyarakat, dan bias menembus pasar luar negeri.