Home » » Membentak Anak Ternyata Merusak Sebagian Otak

Membentak Anak Ternyata Merusak Sebagian Otak

Posted by Cendikia on Saturday, June 23, 2018


Seringkali dengan alasan memberi peringatan atau mendidik anak, orang tua menegur anaknya yang masih kecil dengan membentak atau berteriak. Anak memiliki tidak kurang dari 10 trilyun sel otak yang siap untuk tumbuh. Satu kali makian kepada anak, dapat memusnahkan 1 milyar sel otak atau lebih tanpa menunggu jeda waktu yang lama. Tindakan yang lebih keras kepada anak seperti mencubit atau memukul anak, akan menggugurkan 10 milyar sel otaknya bahkan lebih.

Terry E. Lawson, psikiater anak membagi kekerasan anak menjadi 4 (empat) macam, yaitu emotional abuse, verbal abuse, physical abuse dan sexual abuse. Verbal abuse, terjadi ketika Ibu, mengetahui anaknya meminta perhatian, menyuruh anak itu untuk “diam” atau “jangan menangis”. Anak mulai berbicara dan Ibu terus menggunakan kekerasan verbal seperti, “kamu bodoh”, “kamu cerewet”, “kamu kurang ajar”, dan seterusnya (Solihin, 2004).

Kisah Tentang Akibat sering membentak dan mengolok-olok anak

Surat kabar harian Kompas 23 Januari 2008 mengisahkan seorang yang sangat menarik penampilan fisiknya, tubuhnya atletis dan memiliki wajah tampan. Profesinya sebagai dokter dan mapan secara ekonomi, namun dibalik gambaran ideal itu, dokter tersebut memiliki kekurangan yaitu suaranya yang sangat lirih. Hal ini membuat pasien maupun lawan bicaranya sulit untuk mengerti apa yang dibicarakan. Penyebab semua ini adalah pengalaman masa lalu dokter tersebut, ketika masih anak-anak selalu menjadi bahan ledekan dan ejekan ayahnya. Efek yang ditimbulkan adalah perasaan malu yang luar biasa dan menganggap hal itu sebagai suatu hinaan.



Akibat Membentak Kepada Anak

  1. Seperti yang dilansir dari myparenting2u.com berteriak pada anak sebabkan kerusakan fisiologis dengan konsekuensi jangka panjang. Di dalam kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 triliun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian akan membunuh lebih dari 1 miliar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan akan membunuh lebih dari 10 miliar sel otak saat itu juga. Sebaliknya, 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 triliun sel otak saat itu juga. 
  2. Di samping itu, menghardik ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kondisi psikologis anak dalam jangka panjang. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang semasa kecil dibentak-bentak oleh orang tuanya lebih berisiko mengalami gangguan perilaku dan depresi akibat trauma masa kecil ini. Anak juga akan tumbuh sebagai orang yang lebih agresif secara fisik maupun verbal. Mereka terbiasa melihat agresi atau bentakan sebagai bentuk penyelesaian masalah. Maka ketika mereka sedang menghadapi masalah, solusi yang terpikirkan adalah agresi pula sehingga Anak tak akan ragu menghardik orang lain. Jika bentakan Anda diikuti dengan kata-kata yang menyakitkan atau menghina, anak akan kehilangan kepercayaan diri dan hidup dalam kegelisahan.
  3. Saat terjadi bentakan, hormon stres akan terangsang dan lama-kelamaan menjadi tidak takut lagi terhadap bentakan. Sebab itu, orang tua harus bersabar dalam mendidik anak.


Hal Yang harus dilakukan setelah membentak anak

  1. Anda harus menarik napas dalam, mengendalikan diri Anda.
  2. Dekati anak, sesaat itu juga Anda harus bertanggung jawab. minta maaflah kepada Anak, kemudian jelaskan alasan Anda marah. berjanjilah untuk tidak mengulangi.
  3. Peluk anak, katakan betapa Anda mencintainya.
  4. Jangan langsung memaksakan pembicaraan saat itu juga, berikan waktu bagi anak untuk menenangkan dirinya.
  5. Mulailah pembicaraan dari awal lagi, karena sebenarnya ketika Anda marah. anak tidak memahami pembicraaan Anda karena terjadi pembajakan emosi di dalam diri anak yang menghambatnya untuk mengolah informasi yang masuk saat itu. 


Sumber
JURNAL NURSING STUDIES, Volume 1, Nomor 1 Tahun 2012, Halaman 23
https://cantik.tempo.co/read/777796/bahaya-jika-membentak-anak-usia-2-7-tahun
http://nasional.kompas.com/read/2008

Thanks for reading & sharing Cendikia

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Selamat Datang di Blog Cendikia,

1. Silahkan isi komentar karena itu sangat berarti dalam perkembangan blog ini.
2. Jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar.
3. Kalau Anda mencari artikel atau data terperinci silahkan buka menu sitemap di kanan atas.
4. Jadilah Followers/pengikut blog ini untuk mendapatkan pemberitahuan secara langsung lewat email.


Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Followers