Home » , » Mengenal Tujuan Pendidikan Islam

Mengenal Tujuan Pendidikan Islam

Posted by Cendikia on Monday, July 2, 2018



Tujuan menurut Zakiah Daradjat, adalah sesuatu yang diharapkan tercapai setelah suatu usaha atau kegiatan selesai. Abu Ahmadi (dalam Ramayulis, 2006: 134), mengatakan bahwa tahap-tahap tujuan pendidikan islam meliputi: 1) Tujuan tertinggi/terakhir, 2) Tujuan umum, 3) Tujuan khusus, dan 4) Tujuan sementara.
Pertama, Tujuan tertinggi. Tujuan ini bersifat mutlak, tidak mengalami perubahan dan berlaku umum, karena sesuai dengan konsep ketuhanan yang mengandung kebenaran mutlak dan universal. Tujuan tertinggi tersebut dirumuskan dalam satu istilah yang disebut insan kâmil (manusia paripurna.). indikator insan kâmil tersebut adalah:
1)      Menjadi hamba Allah. Tujuan ini sejalan dengan tujuan hidup dan penciptaan manusia, yaitu semata-mata untuk beribadah kepada Allah.
56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.  (QS. Adz-Dzâriyat, 51: 56)

2)      Mengantarkan peserta didik menjadi khalîfah Allah fi al-Ardh, yang mampu memakmurkan bumi dan melestarikannya dan lebih jauh lagi, mewujudkan rahmat bagi alam sekitarnya, sesuai dengan tujuan penciptaannya, dan sebagai konsekuensi setelah menerima islam sebagai pedoman hidup.
165. dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  (QS. Al-An’am, 6: 165)

3)      Untuk memperoleh kesejahteraan kebahagiaan hidup di dunia sampai akhirat, baik individu maupun masyarakat.
77. dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.  (QS. Al-Qashash, 28: 77)

Kedua, Tujuan Umum. Tujuan ini berfungsi sebagai arah yang taraf pencapaiannya dapat diukur karena menyangkut perubahan sikap, perilaku dan kepribadian peserta didik. Beberapa ahli yang mengemukakah mengenai tujuan umum ini adalah sebagai berikut:
1)      Al-Abrasyi, mengemukakah lima tujuan umum pendidikan islam, yaitu: 1) Mengadakan pembentukan Akhlâk mulia, 2) Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat, 3) Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan dari segi manfaat (vokasional dan profesional, 4) Menumbuhkan semangat ilmiah pada pelajar dan memuaskan keinginan tahu (curiosity) dan memungkinkan ia mengkaji ilmu demi ilmu itu sendiri, dan 5) Menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknikal dan pertukangan supaya dapat menguasai profesi tertentu, dan keterampilan pekerjaan tertentu agar ia dapat mencari rezeki dalam hidup di samping memelihara segi kerohanian dan keagamaan.
2)      Nahlawy, mengemukakah empat tujuan umum pendidikan islam, yaitu: 1) Pendidikan akal dan persiapan pikiran, 2) Menumbuhkan potensi-potensi dan bakat-bakat asal pada anak-anak, 3) Menaruh perhatian pada kekuatan dan potensi generasi muda dan mendidik mereka sebaik-baiknya, baik laki-laki maupun perempuan, dan 4) Berusaha untuk menyumbangkan segala potensi-potensi dan bakat-bakat manusia.
3)      Al-Buthi, menyebutkan tujuh macam tujuan umum sebagai berikut, yaitu: 1) Mencapai keridaan Allah, menjauhi murka dan siksaan-Nya dan melaksanakan pengabdian yang tulus ikhlas kepada-Nya, 2) Mengangkat taraf Akhlâk dalam masyarakat berdasar pada agama yang diturunkan untuk membimbing masyarakat ke arah yang diridai oleh-Nya, 3) Memupuk rasa cinta tanah air pada diri manusia berdasar pada agama yang diturunkan untuk membimbing masyarakat ke arah yang diridai oleh-Nya, 4) Memupuk rasa cinta tanah air pada diri manusia berdasar pada agama dan ajaran-ajaran yang dibawanya, begitu juga mengajar manusia kepada nilai-nilai dan Akhlâk manusia, 5) Mewujudkan ketenteraman di dalam jiwa dan akidah yang dalam; penyerahan dan kepatuhan yang ikhlas kepada Allah, 6) Memelihara bahasa dan kesusastraan Arab sebagai bahasa Al-Qur`ân, dan sebagai wadah kebudayaan dan unsur-unsur kebudayaan Islam yang paling menonjol, menyebarkan kesadaran Islam yang sebenarnya dan menunjukkan hakikat agama atas keberhasilan dan kecemerlangannya, dan 7) Meneguhkan perpaduan tanah air dan menyatukan barisan melalui usaha menghilangkan perselisihan, bergabung dan kerja sama dalam rangka prinsip-prinsip dan kepercayaan Islam yang terkandung dalam Al-Qur`ân dan As-Sunah.
Ketiga, tujuan khusus. Tujuan ini adalah pengkhususan atau operasional tujuan tertinggi dan tujuan umum. Tujuan khusus bersifat relatif sehingga dimungkinkan untuk diadakan perubahan di mana perlu sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan, selama tetap berpijak pada kerangka tujuan tertinggi dan umum itu. Salah satu yang mencoba merumuskan tujuan khusus pendidikan Islam ialah Hasan Langgunung (1989),  yang menyatakan sebagai berikut:
1)      Memperkenalkan kepada generasi muda akan akidah Islam, dasar-dasarnya, asal-usul ibadat, dan cara-cara melaksanakannya dengan betul, dengan membiasakan mereka berhati-hati mematuhi akidah-akidah agama serta menjalankan dan menghormati syiar-syiar agama.
2)      Menumbuhkan kesadaran yang betul pada diri pelajar terhadap agama termasuk prinsip-prinsip dan dasar-dasar Akhlâk yang mulia.
3)      Menanamkan keimanan kepada Allah Pencipta Alam, kepada malaikat, rasul-rasul, kitab-kitab dan hari kiamat berdasarkan pada paham kesadaran dan perasaan.
4)      Menumbuhkan minat generasi muda untuk menambah pengetahuan dalam adab dan pengetahuan keagamaan dan untuk mengikuti hukum-hukum agama dengan kecintaan dan kerelaan.
5)      Menanamkan rasa cinta dan penghargaan kepada Al-Qur`ân, membacanya dengan baik, memahaminya dan mengamalkan ajaran-ajarannya.
6)      Menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan kebudayaan Islam dan pahlawan-pahlawannya serta mengikuti jejak mereka.
7)      Menumbuhkan rasa rela, optimisme, percaya diri, tanggung jawab, menghargai kewajiban, tolong menolong atas kebaikan dan takwa, kasih sayang, cinta kebaikan, sabar, berjuang untuk kebaikan, memegang teguh pada prinsip, berkorban untuk agama dan tanah air dan bersiap untuk membelanya.
8)      Mendidik naluri, motivasi dan keinginan  generasi muda dan menguatkannya dengan akidah dan nilai-nilai, dan membiasakan mereka menahan motivasinya, mengatur emosi dan membimbingnya dengan baik, begitu juga mengajar mereka berpegang dengan adab sopan pada hubungan dan pergaulan mereka baik di rumah, di sekolah atau di mana saja.
9)      Menanamkan iman yang kuat kepada Allah pada diri mereka, perasaan keagamaan, semangat keagamaan dan Akhlâk pada diri mereka dan menyuburkan hati mereka dengan rasa cinta, zikir, takwa dan takut kepada Allah.
10)  Membersihkan hati mereka dari rasa dengki, hasad, iri hati, benci, kekasaran, egoisme, tipuan, khianat, nifak, raga, serta perpecahan dan perselisihan.

Sumber
Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Kalam Mulia. 2006

Thanks for reading & sharing Cendikia

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Selamat Datang di Blog Cendikia,

1. Silahkan isi komentar karena itu sangat berarti dalam perkembangan blog ini.
2. Jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar.
3. Kalau Anda mencari artikel atau data terperinci silahkan buka menu sitemap di kanan atas.
4. Jadilah Followers/pengikut blog ini untuk mendapatkan pemberitahuan secara langsung lewat email.


Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Followers