Home » , » Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus

Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus

Posted by Cendikia on Tuesday, July 3, 2018



Anak adalah manusia  yang oleh karena kondisinya belum mencapai taraf pertumbuhan dan perkembangan yang matang. (Suryanah, 1996: 1). Terdapat beberapa perbedaan mengenai batasan usia anak, di antaranya sebagai berikut: 1) Menurut Islam, anak adalah manusia yang belum mencapai akil baligh. 2) UU No. 25 tahun 1997 Tentang Ketenagakerjaan, Pasal 1 Angka 20, menyatakan bahwa anak adalah orang laki-laki atau wanita yang berumur kurang dari 15 tahun. 3) UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang , Pasal 1 Angka 5, menyatakan, bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk yang masih berada dalam kandungan. 4) Menurut UU RI No. 4 tahun 1979, dikatakan bahwa anak adalah seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum pernah menikah.
Menurut UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 9, ayat 1, dikatakan “setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai minat dan bakatnya”. Di ayat 2, dikatakan “khusus bagi anak yang menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa, sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus.
Anak berkebutuhan khusus adalah mereka yang memerlukan penanganan khusus yang berkaitan dengan kekhususannya. Di Indonesia istilah ini lebih populer dengan istilah anak luar biasa. (Aulia Fadhli, 2010: 16).
Dalam dunia pendidikan, kata luar biasa juga merupakan sebutan bagi mereka yang mengalami kekurangan atau mengalami berbagai kelainan dan penyimpangan yang tidak dialami oleh orang normal pada umumnya. Kelainan atau kekurangan yang dimiliki oleh mereka yang disebut luar biasa dapat berupa kelainan dalam segi fisik, psikis, sosial, dan moral.
Kelainan dari segi fisik dapat berupa kecacatan fisik, misalnya orang yang tidak memiliki kaki sebelah kiri, matanya buta sebelah, dan sejenisnya. Kelainan dari segi psikis atau aspek kejiwaan (psikologis), misalnya orang yang menderita keterbelakangan mental akibat dari intelegensi yang dimiliki di bawah normal. Kelainan dari segi sosial, misalnya orang yang tidak dapat melakukan interaksi dan komunikasi sosial, sehingga mereka tidak dapat diterima secara sosial oleh masyarakat sekitarnya yang menyebabkan mereka kurang pergaulan dan merasa rendah diri yang berlebihan. Kelainan dari segi moral dapat berupa ketidakmampuan seseorang untuk mengendalikan emosi dan hati nuraninya sehingga orang tersebut berbuat amoral di tengah masyarakatnya. (Abdul Hadis, 2006: 5).
Pengertian luar biasa dalam dunia pendidikan mempunyai ruang lingkup pengertian yang lebih luas daripada pengertian “berkelainan atau cacat” dalam percakapan sehari-hari. Dalam dunia pendidikan istilah luar biasa mengandung pengertian ganda, yaitu mereka yang menyimpang ke atas karena mereka memiliki kemampuan yang luar biasa dibanding dengan orang normal pada umumnya dan mereka yang menyimpang ke bawah, yaitu mereka yang menderita kelainan atau ketunaan dan kekurangan yang tidak diderita oleh orang norma pada umumnya. (Abdul Hadis, 2006: 5).
Dewasa ini penempatan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah, telah berubah dari   bentuk mainstreaming ke arah inclusion (Spungin, S.J. dalam Bandi Delphie, 2006: 117).
Pembelajaran anak berkebutuhan khusus memerlukan pola tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran untuk anak normal. Hal ini disebabkan adanya  kelainan tersendiri yang berbeda antara satu dengan lainnya. Peserta didik yang bersekolah banyak mendapatkan kesulitan belajar, disebabkan umumnya mereka mempunyai hambatan perkembangan secara fisik, emosi, intelegensi, dan kreativitas. (Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI, 2007: 37). Berikut adalah beberapa karakteristik umum yang dapat ditemui di sekolah luar biasa B/C:

Tabel. 2.4. Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus

No
Berkebutuhan Khusus
Keterangan
1
Tunarungu wicara
Seseorang yang mengalami kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar sebagian atau seluruhnya, diakibatkan tidak berfungsinya sebagian atau seluruh indera pendengaran (Bandi Delphie, 2006: 102)
2
asperger disorder
Anak yang memiliki gangguan pada kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta tingkah lakunya. (Aulia Fadhli, 2010: 19)
3
Autis
Gangguan perkembangan yang terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial, dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. (Aulia Fadhli, 2010: 19)
4
Down syndrome
Golongan penyakit genetik karena cacatnya  terdapat pada bahan keturunan atau gen, tetapi pada dasarnya bukan penyakit keturunan, biasanya ditemukan pada ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun. Pada anak down syndrome jumlah kromosom 21 tidak sepasang melainkan 3, sehingga jumlah total kromosom menjadi 47. Pada orang normal harusnya 46. (Aulia Fadhli, 2010: 35)
5
Tunagrahita (mental retardation)
Anak yang mempunyai tingkat kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Selain itu juga mengalami hambatan terhadap perilaku adaptif selama masa perkembangan hidupnya dari 0 s/d 18 tahun. (Grossman, dalam Bandi Delphie, 2006: 15).
6
Cerebral palsy (Bagian dari tunadaksa)
Kelainan diakibatkan adanya kesulitan gerak berasal dari disfungsi otak. (Bandi Delphie, 2006: 123)
7
ADHD (Attention Deficit Disorder with Hyperactivity)
Anak yang selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain, yang bersangkutan sangat jarang untuk berdiam selama kurang lebih 5 hingga 10 menit guna melakukan suatu tugas kegiatan. (Bandi Delphie, 2006: 73)


Sumber
Abdul Hadis. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Autistik. Bandung : Alfabeta. 2006.

Aulia Fadhli. Buku Pintar Kesehatan Anak. Yogyakarta : Pustaka Anggrek. 2010.

Bandi Delphie. Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Setting Pendidikan Inklusi. Bandung : PT. Refika Aditama. 2006.

Suryanah. Keperawatan Anak Untuk Siswa SPK. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran BGC. 1996.

Thanks for reading & sharing Cendikia

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Selamat Datang di Blog Cendikia,

1. Silahkan isi komentar karena itu sangat berarti dalam perkembangan blog ini.
2. Jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar.
3. Kalau Anda mencari artikel atau data terperinci silahkan buka menu sitemap di kanan atas.
4. Jadilah Followers/pengikut blog ini untuk mendapatkan pemberitahuan secara langsung lewat email.


Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Followers