Home » , » Program Pendidikan Individual untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Program Pendidikan Individual untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Posted by Cendikia on Tuesday, July 3, 2018



Program pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus diartikan sebagai rencana kegiatan pendidikan yang akan diberikan kepada anak yang berkebutuhan khusus di sekolah-sekolah khusus dan di sekolah-sekolah reguler yang menerapkan sistem pendidikan inklusif. Untuk anak yang berkebutuhan khusus yang mencakup berbagai jenis kelainan, yaitu anak dengan gangguan penglihatan, bahasa dan wicara, emosional, anak dengan ketidakmampuan belajar, ketidakmampuan fisik, dan anak berbakat. Program pendidikan yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan mereka ialah program pendidikan individual atau program pembelajaran individual. (Abdul Hadis, 2006: 30).
Program Pengembangan Pendidikan Individual (PPI) untuk anak yang berkebutuhan khusus dikembangkan melalui berbagai proses atau tahap-tahap pengembangan dan pelaksanaan program pengembangan pendidikan individual, yaitu mencakup tahap: penjaringan dan identifikasi peserta didik yang berkelainan dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa, melakukan rujukan ke tim pendidikan khusus, melakukan pertemuan tim, melakukan assesmen, melakukan pertemuan tim assesmen, menyusun Program Pendidikan Individual (PPI), melaksanakan Program Pendidikan Individual, dan evaluasi pelaksanaan program pelaksanaan pendidikan individual. Berikut adalah proses pengembangan pendidikan individual, yang disusun oleh Abdul Hadis (2006: 30):
1)      Tahap penjaringan dan identifikasi untuk menemukan atau menjaring semua peserta didik yang berkebutuhan khusus. Meliputi program tes hasil belajar atau tes kelompok yang lain, penyebaran angket kepada guru-guru untuk mengidentifikasi peserta didik yang menunjukkan gejala bermasalah, kampanye kepedulian sebagai bahan informasi, dan kerja sama dengan instansi lain.
2)      Tahap pengembangan dan pelaksanaan program pendidikan individual untuk merujuk peserta didik yang menunjukkan tanda-tanda berkebutuhan khusus kepada tim pendidikan khusus, kegiatan rujukan dapat dilakukan oleh orang tua, guru kelas, administrator, tokoh masyarakat,dan tenaga profesi lainnya.
3)      Tahap pertemuan tim rujukan dalam pengembangan dan pelaksanaan program pendidikan individual (PPI), bertujuan untuk mempertemukan semua tenaga profesi yang pernah atau sedang menangani peserta didik yang dirujuk sehingga informasi tentang peserta didik yang bersangkutan dapat diperoleh dengan lengkap. Tugas tim rujukan ialah memvalidasi adanya masalah yang mengganggu belajar anak, mengidentifikasi secara pasti jenis masalah anak, mengumpulkan semua data yang relevan, mengidentifikasi bidang-bidang yang membutuhkan assesmen atau pemeriksaan lebih lanjut, dan menetapkan tindakan lanjutan. Ada tiga alternatif keputusan yang mungkin diambil oleh tim rujukan, yaitu diperlukan assesmen informal lebih lanjut, evaluasi formal untuk mengetahui dengan pasti jenis dan tingkat kelainan anak, dan keputusan tentang tidak diperlukannya layanan khusus kepada peserta didik yang dirujuk sebelumnya.
4)      Tahap assesmen dalam proses pengembangan dan pelaksanaan program pendidikan individual, bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik dari berbagai aspek dan untuk menemukan jenis dan tingkat kelainan yang dialami oleh anak. Assesmen harus dilakukan sebelum peserta didik memperoleh layanan pendidikan khusus. Dalam proses assesmen ada beberapa komponen yang harus dimasukkan, yaitu tes kemampuan akademik, tes intelegensi, tes perilaku sosial dan adaptif, kemampuan berbahasa, kemampuan dan kelemahan anak yang lain sesuai dengan kondisi yang tampak, dan riwayat perkembangan anak.
5)      Tahap pertemuan tim assesmen dalam proses pengembangan dan pelaksanaan program pendidikan individual, bertujuan untuk mempertemukan semua tenaga profesi yang pernah mengadakan assesmen. Dalam pertemuan tim assesmen ini dibahas tentang masalah peserta didik tertentu yang di-assesmen. Hasil akhir dari pertemuan tim assesmen ini ialah berupa perencanaan program intervensi secara menyeluruh yang akan dilakukan oleh tenaga profesi, guru kelas, guru khusus, dan pihak lain yang terkait. Keseluruhan program intervensi tersebut dimasukkan ke dalam program pendidikan atau pengejaran individual.

Sumber
Abdul Hadis. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Autistik. Bandung : Alfabeta. 2006.

Thanks for reading & sharing Cendikia

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Selamat Datang di Blog Cendikia,

1. Silahkan isi komentar karena itu sangat berarti dalam perkembangan blog ini.
2. Jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar.
3. Kalau Anda mencari artikel atau data terperinci silahkan buka menu sitemap di kanan atas.
4. Jadilah Followers/pengikut blog ini untuk mendapatkan pemberitahuan secara langsung lewat email.


Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Followers